Degenerasi Makula, Cara Menjaga Penglihatan Tetap Optimal

Close-up mata seorang lansia yang menggambarkan perubahan penglihatan akibat degenerasi makula sebagai salah satu penyebab penurunan penglihatan sentral pada usia lanjut.
Degenerasi makula merupakan penyebab umum penurunan penglihatan sentral pada usia lanjut. Deteksi dini dan pengendalian faktor risiko berperan penting dalam membantu memperlambat perkembangan penyakit.

Mengapa Banyak Orang Baru Menyadari Degenerasi Makula Saat Penglihatan Mulai Hilang?

Degenerasi makula sering berkembang tanpa menimbulkan rasa nyeri. Pada tahap awal, banyak orang masih dapat beraktivitas seperti biasa sehingga perubahan kecil pada penglihatan sering diabaikan. Ketika membaca mulai terasa sulit, garis lurus tampak bergelombang, atau wajah seseorang mulai sulit dikenali, kerusakan pada makula biasanya telah berlangsung cukup lama.

Di KIBM, kami percaya bahwa “Tubuh Tidak Pernah Salah Memberi Sinyal.” Mata juga memberikan sinyal ketika kesehatannya mulai menurun. Mengenali sinyal tersebut sejak dini memberi peluang lebih besar untuk memperlambat perkembangan penyakit dan mempertahankan kualitas penglihatan.


Apa Itu Degenerasi Makula?

Degenerasi makula atau Age-related Macular Degeneration (AMD) adalah penyakit yang menyerang makula, yaitu bagian kecil di tengah retina yang berfungsi menghasilkan penglihatan tajam dan detail.

Makula memungkinkan seseorang membaca, mengenali wajah, melihat detail objek, serta mengemudi dengan aman. Ketika makula mengalami kerusakan, penglihatan sentral akan menurun, sementara penglihatan tepi umumnya tetap baik.

Menurut National Eye Institute, degenerasi makula merupakan salah satu penyebab utama gangguan penglihatan pada usia lanjut.


Dua Jenis Degenerasi Makula yang Perlu Diketahui

Degenerasi Makula Kering

Sekitar 80–90% kasus termasuk jenis ini. Kondisi terjadi akibat penipisan jaringan makula dan terbentuknya endapan kecil yang disebut drusen di bawah retina.

Perkembangannya biasanya berlangsung perlahan selama bertahun-tahun.

Degenerasi Makula Basah

Jenis ini lebih jarang, tetapi berkembang jauh lebih cepat.

Pada degenerasi makula basah, pembuluh darah abnormal tumbuh di bawah retina dan mudah mengalami kebocoran. Cairan maupun darah yang keluar dapat merusak makula sehingga penurunan penglihatan terjadi dalam waktu yang relatif singkat.


Mengapa Degenerasi Makula Terjadi?

Penyebab pasti degenerasi makula belum sepenuhnya dipahami. Namun, penelitian menunjukkan bahwa penyakit ini merupakan hasil interaksi antara proses penuaan, faktor genetik, stres oksidatif, dan gangguan pada pembuluh darah retina.

Beberapa faktor diketahui meningkatkan risikonya, antara lain:

  • usia di atas 50 tahun
  • riwayat keluarga dengan degenerasi makula
  • kebiasaan merokok
  • hipertensi
  • kolesterol tinggi
  • obesitas
  • diabetes
  • paparan sinar ultraviolet dalam jangka panjang
  • pola makan rendah antioksidan

Informasi mengenai faktor risiko AMD dapat dipelajari melalui American Academy of Ophthalmology.


Hubungan Degenerasi Makula dengan Kesehatan Metabolik

Banyak orang menganggap degenerasi makula hanya merupakan penyakit mata. Padahal, kesehatan retina dipengaruhi oleh kondisi pembuluh darah, metabolisme, dan kesehatan sel secara keseluruhan.

Retina merupakan salah satu jaringan tubuh dengan kebutuhan energi yang sangat tinggi. Sel retina membutuhkan suplai oksigen dan nutrisi secara terus-menerus agar dapat berfungsi dengan baik.

Gangguan metabolisme, inflamasi kronis, diabetes, maupun stres oksidatif dapat mempercepat kerusakan sel retina.

Inilah sebabnya menjaga kesehatan metabolik menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan mata.


Gejala yang Tidak Boleh Diabaikan

Pada tahap awal, degenerasi makula sering tidak menimbulkan keluhan yang jelas.

Seiring perkembangan penyakit, beberapa gejala berikut dapat muncul:

  • pandangan tengah tampak kabur
  • garis lurus terlihat bengkok
  • warna terlihat kurang cerah
  • sulit membaca tulisan kecil
  • membutuhkan pencahayaan lebih terang
  • sulit mengenali wajah
  • muncul area gelap di tengah penglihatan

Apabila gejala tersebut muncul, pemeriksaan mata oleh dokter spesialis mata sebaiknya segera dilakukan.


Bisakah Degenerasi Makula Dicegah?

Tidak semua kasus dapat dicegah karena faktor usia dan genetik tidak dapat diubah. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup sehat dapat membantu menurunkan risiko maupun memperlambat perkembangannya.

Beberapa langkah yang dianjurkan meliputi:

  • berhenti merokok
  • mengendalikan tekanan darah
  • menjaga kadar gula darah
  • mempertahankan berat badan ideal
  • rutin berolahraga
  • mengonsumsi sayuran hijau
  • memperbanyak ikan yang mengandung omega-3
  • menggunakan kacamata pelindung UV saat berada di luar ruangan

Panduan gaya hidup sehat untuk kesehatan mata dapat dipelajari melalui American Optometric Association.


Bagaimana Penanganannya?

Penanganan bergantung pada jenis dan tingkat keparahan penyakit.

Pada degenerasi makula kering, dokter biasanya melakukan pemantauan berkala serta mempertimbangkan penggunaan suplemen tertentu sesuai rekomendasi Age-Related Eye Disease Study (AREDS2) pada pasien yang memenuhi indikasi.

Informasi mengenai AREDS2 tersedia di National Eye Institute.

Pada degenerasi makula basah, terapi yang paling banyak digunakan adalah injeksi anti-VEGF, yang bertujuan menghambat pertumbuhan pembuluh darah abnormal di retina. Pada kondisi tertentu, dokter juga dapat mempertimbangkan terapi fotodinamik atau tindakan lain sesuai indikasi.

Semakin dini penyakit terdeteksi, semakin besar peluang mempertahankan fungsi penglihatan.


Mengapa Pemeriksaan Dini Sangat Penting?

Kerusakan akibat degenerasi makula umumnya tidak dapat dipulihkan sepenuhnya. Karena itu, tujuan utama penanganan adalah memperlambat perkembangan penyakit dan mempertahankan kualitas penglihatan selama mungkin.

Pemeriksaan mata secara berkala sangat dianjurkan, terutama bagi individu berusia di atas 50 tahun atau memiliki faktor risiko seperti diabetes, hipertensi, maupun riwayat keluarga dengan degenerasi makula.

Di KIBM, kesehatan mata dipandang sebagai bagian dari kesehatan metabolik dan kesehatan sel secara menyeluruh. Menjaga metabolisme, mengurangi inflamasi kronis, dan menerapkan gaya hidup sehat dapat menjadi bagian penting dalam mendukung kesehatan retina.


Kesimpulan

Degenerasi makula merupakan penyakit yang dapat menurunkan kualitas hidup karena memengaruhi kemampuan melihat detail, membaca, dan mengenali wajah. Meskipun berkaitan erat dengan proses penuaan, berbagai faktor seperti merokok, hipertensi, diabetes, obesitas, dan stres oksidatif juga berkontribusi terhadap perkembangannya.

Deteksi dini, pemeriksaan mata secara berkala, serta pengelolaan faktor risiko merupakan langkah terbaik untuk menjaga fungsi penglihatan. Menjaga kesehatan mata tidak hanya berarti merawat retina, tetapi juga menjaga metabolisme, kesehatan pembuluh darah, dan kesehatan sel secara keseluruhan. Jika mata mulai memberikan sinyal perubahan, apakah kita sudah cukup peka untuk mendengarkannya sebelum kerusakan menjadi permanen?


FAQ

Apakah degenerasi makula menyebabkan kebutaan total?

Tidak. Degenerasi makula terutama memengaruhi penglihatan sentral. Penglihatan tepi umumnya masih tetap ada.

Siapa yang paling berisiko mengalami degenerasi makula?

Orang berusia di atas 50 tahun, perokok, penderita hipertensi, diabetes, obesitas, dan mereka yang memiliki riwayat keluarga.

Apakah degenerasi makula bisa disembuhkan?

Hingga saat ini belum ada terapi yang dapat menyembuhkan sepenuhnya. Penanganan bertujuan memperlambat perkembangan penyakit dan mempertahankan fungsi penglihatan.

Apakah vitamin mata diperlukan?

Pada kondisi tertentu, dokter dapat merekomendasikan formula AREDS2. Penggunaannya sebaiknya berdasarkan hasil pemeriksaan mata.

Kapan harus memeriksakan mata?

Segera lakukan pemeriksaan apabila muncul pandangan kabur di tengah, garis terlihat bengkok, atau kesulitan membaca dan mengenali wajah.

Biohacking Center for Metabolism, Cellular Health, and LongevityKIBM membantu memahami dan mengoptimalkan cara tubuh bekerja melalui pendekatan Biohacking Metabolism, Cellular Health, dan Longevity.Kondisi kesehatan tidak muncul secara tiba-tiba. Tubuh sudah memberi sinyal jauh sebelumnya melalui perubahan metabolisme, sistem imun, microbiome, hormon, dan fungsi sel.KIBM membantu menemukan faktor-faktor yang memengaruhi kesehatan dari dalam.