Osteoarthritis Tidak Sekadar Masalah Sendi
Osteoarthritis sering dianggap sebagai akibat wajar dari bertambahnya usia. Padahal, kondisi ini juga berkaitan dengan cedera sendi, berat badan, aktivitas berulang, faktor metabolik, dan proses inflamasi. (World Health Organization)
Osteoarthritis merupakan penyakit sendi yang melibatkan seluruh struktur sendi, bukan hanya tulang rawan. Lutut, pinggul, tulang belakang, dan tangan termasuk area yang paling sering terdampak. (World Health Organization)
Ketika nyeri membuat seseorang semakin jarang bergerak, masalahnya dapat berkembang lebih jauh. Kekuatan otot dapat menurun dan aktivitas sehari-hari menjadi semakin terbatas.
Karena itu, memahami osteoarthritis tidak cukup hanya dengan melihat lokasi nyerinya. KIBM melihat kondisi ini dalam hubungan yang lebih luas dengan metabolic health, cellular health, inflammation, body composition, dan healthy aging.
Apa Itu Osteoarthritis?
Osteoarthritis adalah kondisi kronis yang menyebabkan perubahan pada sendi dan jaringan di sekitarnya. Kondisi ini dapat menimbulkan nyeri, kekakuan, pembengkakan, dan keterbatasan gerak. (World Health Organization)
Osteoarthritis paling sering menyerang lutut, pinggul, tulang belakang, dan sendi tangan. Namun, kondisi ini dapat terjadi pada sendi lain.
Osteoarthritis juga bukan sekadar persoalan “tulang aus”. Jaringan tulang rawan, tulang di bawahnya, membran sendi, serta jaringan di sekitar sendi dapat ikut mengalami perubahan.
WHO mencatat sekitar 528 juta orang di dunia hidup dengan osteoarthritis pada 2019. Sekitar 73% di antaranya berusia lebih dari 55 tahun.
Di Indonesia, Kementerian Kesehatan telah menerbitkan Pedoman Nasional Pelayanan Klinis Tata Laksana Osteoartritis melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/1167/2025. (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia)
Pedoman Nasional Pelayanan Klinis Tata Laksana Osteoartritis – Kementerian Kesehatan RI
Gejala Osteoarthritis yang Perlu Diperhatikan
Gejala osteoarthritis dapat berkembang perlahan. Pada sebagian orang, keluhan awal mungkin terasa ringan dan hanya muncul setelah aktivitas tertentu.
Osteoarthritis dan Nyeri Sendi
Nyeri merupakan keluhan yang paling sering membuat seseorang mencari pertolongan.
Nyeri dapat muncul ketika sendi digunakan dan pada kondisi yang lebih berat dapat terasa ketika beristirahat. Intensitasnya dapat berbeda antara satu orang dan lainnya.
Osteoarthritis dan Kekakuan
Kekakuan sendi dapat membuat gerakan terasa tidak nyaman. Seseorang mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk mulai bergerak setelah periode tidak aktif.
Osteoarthritis dan Keterbatasan Gerak
Ketika nyeri dan kekakuan semakin sering muncul, rentang gerak dapat berkurang. Aktivitas sederhana seperti berjalan, naik tangga, jongkok, atau menggenggam dapat menjadi lebih sulit.
Osteoarthritis dan Pembengkakan
Perubahan pada jaringan sendi dapat disertai pembengkakan. Pembengkakan yang menetap atau disertai gejala lain perlu dievaluasi secara medis.
Apa Penyebab Osteoarthritis?
Tidak ada satu penyebab tunggal yang menjelaskan semua kasus osteoarthritis.
Kondisi ini dapat berkembang melalui interaksi berbagai faktor biologis dan mekanis.
Usia dan Osteoarthritis
Risiko osteoarthritis meningkat seiring bertambahnya usia. Namun, osteoarthritis bukan konsekuensi yang pasti dari proses menua.
Artinya, bertambahnya usia tidak otomatis berarti seseorang akan mengalami kerusakan sendi yang bermakna.
Cedera Sendi
Riwayat cedera dapat meningkatkan risiko osteoarthritis pada sendi yang pernah mengalami trauma.
Cedera olahraga, kecelakaan, patah tulang, atau tekanan berulang dapat menjadi bagian dari faktor risiko tersebut.
Berat Badan dan Osteoarthritis
Kelebihan berat badan memberikan beban mekanis tambahan terutama pada lutut dan pinggul.
Namun hubungan tersebut tidak hanya berkaitan dengan beban fisik. Obesitas juga berkaitan dengan perubahan metabolik dan inflamasi sistemik yang dapat berkontribusi terhadap osteoarthritis.
Inilah salah satu alasan KIBM menghubungkan osteoarthritis dengan Metabolic Health, bukan hanya dengan kesehatan sendi.
Faktor Metabolik
Diabetes dan gangguan metabolik tertentu termasuk faktor yang dapat meningkatkan risiko osteoarthritis.
Karena itu, kondisi sendi dapat menjadi bagian dari gambaran kesehatan yang lebih luas.
Pembahasan tentang resistensi insulin dan faktor risiko resistensi insulin relevan ketika terdapat masalah metabolik yang berjalan bersamaan.
Osteoarthritis, Inflamasi, dan Kesehatan Sel
Osteoarthritis dahulu sering dipandang terutama sebagai proses mekanis. Pemahaman saat ini menunjukkan bahwa proses biologis di dalam jaringan sendi juga berperan.
Inflamasi lokal dapat berkontribusi terhadap perubahan jaringan sendi. Faktor metabolik dan inflamasi sistemik juga dapat memengaruhi lingkungan biologis yang berkaitan dengan penyakit ini.
Karena itu, pendekatan KIBM tidak berhenti pada pertanyaan, “Di mana sendinya sakit?”
Pertanyaan berikutnya adalah, apa yang sedang terjadi pada sistem biologis yang mendukung fungsi jaringan tersebut?
Pembahasan mengenai inflamasi kronis dan kesehatan sel menjadi relevan dalam konteks tersebut.
Bagaimana Osteoarthritis Mempengaruhi Kehidupan Sehari-hari?
Masalah osteoarthritis bukan hanya rasa sakit.
Ketika seseorang mulai mengurangi aktivitas karena nyeri, tubuh dapat kehilangan sebagian kapasitas fisiknya. Otot menjadi lebih lemah dan kemampuan bergerak dapat semakin menurun.
Pada kondisi yang lebih berat, keterbatasan gerak dapat mengganggu pekerjaan, aktivitas keluarga, tidur, dan kehidupan sosial.
Siklusnya dapat terlihat sederhana:
nyeri → mengurangi gerak → otot melemah → fungsi menurun → aktivitas semakin terbatas.
Karena itu, menjaga kemampuan bergerak menjadi bagian penting dari pengelolaan osteoarthritis.
Bagaimana Osteoarthritis Didiagnosis?
Diagnosis osteoarthritis tidak seharusnya hanya berdasarkan satu hasil pemeriksaan.
Dokter biasanya mempertimbangkan keluhan, riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, lokasi sendi yang terdampak, serta pemeriksaan penunjang bila diperlukan.
Pemeriksaan pencitraan dapat digunakan pada kondisi tertentu untuk membantu menilai perubahan struktur sendi.
Namun, gambaran pada pemeriksaan tidak selalu memiliki hubungan langsung dengan tingkat nyeri yang dirasakan seseorang.
Karena itu, kondisi seseorang tetap perlu dilihat secara klinis dan individual.
Bagaimana Osteoarthritis Ditangani?
Penanganan osteoarthritis bertujuan mengurangi nyeri, mempertahankan fungsi, dan membantu seseorang tetap aktif.
WHO menempatkan aktivitas fisik, pengelolaan berat badan, rehabilitasi, edukasi, obat tertentu, serta operasi pada kasus berat sebagai bagian dari pengelolaan osteoarthritis.
Pedoman American College of Rheumatology dan Arthritis Foundation juga memberikan rekomendasi kuat untuk olahraga dan penurunan berat badan pada pasien osteoarthritis lutut atau pinggul yang mengalami overweight atau obesitas. (ACR Journals)
Aktivitas Fisik dan Osteoarthritis
Olahraga yang sesuai dapat membantu memperkuat otot dan mempertahankan fungsi sendi.
Jenis aktivitas perlu disesuaikan dengan kondisi, kemampuan, dan lokasi sendi yang mengalami masalah.
Pengelolaan Berat Badan
Pada osteoarthritis lutut atau pinggul dengan overweight atau obesitas, penurunan berat badan dapat membantu memperbaiki gejala dan fungsi.
Pedoman ACR/AF menunjukkan manfaat dapat meningkat seiring bertambahnya penurunan berat badan, terutama ketika dikombinasikan dengan olahraga.
Obat untuk Mengendalikan Nyeri
Obat antiinflamasi nonsteroid atau NSAID dapat digunakan pada kondisi tertentu untuk membantu mengendalikan nyeri.
Namun obat memiliki risiko dan tidak cocok untuk semua orang. Penggunaan perlu mempertimbangkan kondisi ginjal, jantung, saluran cerna, obat lain, serta faktor risiko individual.
Rehabilitasi
Fisioterapi dapat membantu seseorang mempertahankan kemampuan bergerak dan membangun kembali kekuatan otot.
Pendekatan rehabilitasi sebaiknya disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan masing-masing pasien.
Bagaimana KIBM Melihat Osteoarthritis?
KIBM tidak memandang osteoarthritis hanya sebagai masalah pada sendi.
Tubuh merupakan sistem yang saling terhubung. Kondisi metabolik, berat badan, inflamasi, kesehatan sel, aktivitas fisik, dan proses penuaan dapat saling memengaruhi.
Karena itu, osteoarthritis dapat dihubungkan dengan beberapa area Biology KIBM.
Osteoarthritis dan Metabolism & Energy
Metabolisme memengaruhi bagaimana tubuh mengelola energi dan nutrisi.
Ketika osteoarthritis berjalan bersama obesitas, resistensi insulin, diabetes, atau gangguan metabolik lain, aspek tersebut layak diperhatikan dalam evaluasi yang lebih luas.
Pembahasan Metabolic Health menjadi salah satu konteks pentingnya.
Osteoarthritis dan Cellular Health
Jaringan sendi bergantung pada fungsi sel untuk mempertahankan dan merespons perubahan lingkungan biologis.
Karena itu, cellular health menjadi bagian dari perspektif biologis yang lebih luas.
Osteoarthritis dan Inflammation
Inflamasi merupakan bagian dari proses biologis yang dapat berhubungan dengan perubahan jaringan sendi.
Karena itu, Inflammation dapat menjadi bagian dari pertanyaan biologis ketika mengevaluasi kondisi seseorang.
Osteoarthritis dan Healthy Aging
Osteoarthritis sering muncul pada usia yang lebih tua, tetapi penuaan bukan satu-satunya penjelasan.
Menjaga kekuatan otot, mobilitas, metabolisme, dan kapasitas pemulihan menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas hidup seiring usia.
Perspektif ini sejalan dengan pembahasan Healthy Aging & Longevity.
Osteoarthritis dan Biomedical Treatment
Biomedical Treatment merupakan pendekatan induk intervensi KIBM.
Dalam konteks osteoarthritis, pendekatan tersebut tidak berarti menjanjikan penggantian sendi atau penyembuhan penyakit secara otomatis.
Fokusnya adalah memahami kondisi biologis seseorang sebelum menentukan intervensi yang sesuai.
Proses tersebut dapat melibatkan evaluasi metabolik, inflamasi, kesehatan sel, status nutrisi, komposisi tubuh, dan faktor lain yang relevan.
KIBM juga memiliki pembahasan mengenai Regenerative Medicine dan Regenerative Medicine: Bisakah Tubuh Memperbaiki Dirinya Sendiri?.
Namun, penting membedakan antara potensi terapi regeneratif dan terapi yang sudah terbukti efektif untuk semua pasien osteoarthritis.
WHO menyatakan bukti untuk terapi stem cell pada osteoarthritis saat ini belum cukup untuk menyimpulkan manfaatnya. Karena itu, pilihan terapi harus didasarkan pada kondisi pasien, bukti ilmiah, keamanan, serta pertimbangan dokter.
Kapan Osteoarthritis Perlu Diperiksa?
Nyeri sendi yang berulang tidak sebaiknya selalu dianggap sebagai bagian normal dari usia.
Evaluasi medis menjadi penting ketika nyeri mengganggu aktivitas, kekakuan semakin sering, kemampuan bergerak menurun, atau terdapat pembengkakan yang menetap.
Evaluasi juga penting bila keluhan muncul setelah cedera atau terjadi pada usia yang relatif muda.
Tujuannya bukan sekadar mengetahui nama penyakit.
Tujuannya adalah memahami apa yang sedang berubah dan bagaimana perubahan tersebut memengaruhi fungsi tubuh.
Kesimpulan
Osteoarthritis merupakan kondisi kompleks yang melibatkan sendi dan jaringan di sekitarnya. Usia, cedera, berat badan, faktor metabolik, inflamasi, dan faktor biologis lain dapat berkontribusi terhadap perkembangannya. (World Health Organization)
Penanganannya tidak seharusnya hanya berorientasi pada menghilangkan nyeri. Mempertahankan gerak, kekuatan otot, berat badan yang sehat, dan kualitas hidup merupakan bagian penting dari pengelolaan osteoarthritis. (ACR Journals)
FAQ
Apakah osteoarthritis hanya dialami orang lanjut usia?
Tidak. Risiko meningkat seiring usia, tetapi cedera, aktivitas berulang, faktor genetik, berat badan, dan kondisi metabolik dapat membuat osteoarthritis muncul lebih awal.
Apakah osteoarthritis bisa sembuh total?
Osteoarthritis merupakan kondisi kronis. Penanganan berfokus pada mengurangi gejala, mempertahankan fungsi, dan menjaga kualitas hidup. Pada kasus berat, penggantian sendi dapat dipertimbangkan.
Apakah olahraga aman untuk penderita osteoarthritis?
Pada umumnya aktivitas fisik merupakan bagian penting dari pengelolaan osteoarthritis. Jenis dan intensitasnya perlu disesuaikan dengan kondisi setiap orang.
Ya. Berat badan berlebih dapat meningkatkan beban pada sendi tertentu dan berkaitan dengan faktor metabolik serta inflamasi.
Apakah osteoarthritis berhubungan dengan diabetes?
Keduanya dapat memiliki hubungan melalui faktor metabolik. WHO memasukkan diabetes sebagai salah satu kondisi metabolik yang dapat meningkatkan risiko osteoarthritis.
Apakah regenerative therapy dapat mengobati osteoarthritis?
Bukti mengenai terapi regeneratif, termasuk stem cell therapy, masih berkembang. WHO menyatakan bukti manfaat stem cell therapy untuk osteoarthritis saat ini belum cukup.
Nyeri sendi bukan satu-satunya informasi yang perlu didengar. Perubahan berat badan, energi, aktivitas, metabolisme, dan kemampuan bergerak juga dapat menjadi bagian dari gambaran kesehatan seseorang.
Di sinilah filosofi KIBM menjadi relevan: Tubuh Tidak Pernah Salah Memberi Sinyal. Pertanyaannya bukan hanya bagaimana menghentikan sinyal tersebut, tetapi apa yang sedang coba disampaikan tubuh melalui sinyal itu.
Referensi:


















Leave a Review