Siapa yang tak pernah frustrasi menghadapi anak yang pilih-pilih makanan? Kita tahu betapa sulitnya meyakinkan mereka untuk mencoba sayur baru atau lauk yang tidak mereka kenal. Akhirnya, daripada anak tidak makan sama sekali, banyak orang tua menyerah dan memberikan makanan favorit anak berulang kali. Tapi, kalau itu terus dilakukan, tubuh kecil mereka bisa kehilangan zat gizi penting yang hanya bisa didapat dari variasi makanan bergizi.
Menurut pakar nutrisi asal Amerika Serikat, Jacqueline Silvestri Banks, anak-anak justru membutuhkan gizi lebih banyak daripada orang dewasa karena mereka sedang berada di masa pertumbuhan. Mereka butuh asupan padat nutrisi dan lemak sehat untuk mendukung perkembangan tubuh dan otaknya.
Seperti dijelaskan oleh Kementerian Kesehatan RI, masa kanak-kanak adalah periode emas pembentukan kebiasaan makan sehat. Maka, tugas kita bukan memaksa anak makan banyak, tapi membantu mereka mengenal makanan bergizi lewat cara yang menyenangkan.
Yuk, kita lihat lima bahan makanan yang bisa jadi inspirasi sederhana di rumah — tanpa harus bikin drama di meja makan.
1. Kuning Telur: Sumber Lemak dan Vitamin Otak
Kuning telur bukan sekadar pelengkap sarapan. Di dalamnya terkandung lemak sehat, kolin, dan vitamin A yang dibutuhkan untuk perkembangan otak anak. Uniknya, sebagian besar vitamin dalam telur justru ada di bagian kuningnya, bukan putihnya.
Kalau anakmu suka tampilan lucu, kamu bisa menyajikan kuning telur rebus dengan bentuk menarik—misalnya, dipotong kecil dan dicampur nasi kepal mini. Dengan cara ini, anak tak hanya makan, tapi juga bermain rasa dan warna.
2. Hati: Si Kaya Gizi yang Sering Dilupaka
Hati ayam atau sapi sering dihindari karena aromanya kuat, padahal ini salah satu makanan bergizi untuk anak yang paling lengkap. Hati kaya akan vitamin A, zat besi, kolin, dan vitamin B12, nutrisi penting yang berperan dalam pembentukan darah dan perkembangan otak.
Agar anak mau mencoba, hati bisa dicincang halus dan dicampur dengan bahan favorit mereka seperti kentang tumbuk atau nasi goreng. Anak tetap mendapat manfaat besar tanpa merasa “dipaksa” makan makanan baru.
3. Telur Ikan Salmon: Si Kecil yang Kaya Omega-3
Telur ikan salmon mungkin belum populer di meja makan rumah, tapi kandungan gizinya luar biasa. Makanan ini termasuk sumber omega-3 terbaik, bahkan lebih tinggi dari daging salmon biasa. Selain itu, telur salmon mengandung antioksidan, seng, yodium, dan vitamin larut lemak yang penting bagi perkembangan otak dan sistem imun anak.
Menurut WHO, anak-anak membutuhkan asupan lemak sehat dan protein hewani berkualitas untuk mendukung fungsi otak dan menjaga daya tahan tubuh. Telur ikan salmon bisa jadi salah satu pilihan mudah untuk memenuhi kebutuhan itu.
Coba sajikan sebagai taburan di atas nasi hangat atau salad kecil. Bentuknya yang mungil dan teksturnya yang lembut sering kali membuat anak penasaran dan akhirnya mau mencoba.
4. Daging Sapi: Padat Zat Besi dan Sumber Energi
Daging sapi masih menjadi salah satu sumber protein, zat besi, dan seng terbaik untuk anak yang aktif. Penelitian bahkan menunjukkan bahwa daging sapi dari sapi pemakan rumput mengandung lebih sedikit lemak jenuh dan kadar omega-3 yang lebih tinggi dibanding daging olahan biasa.
Untuk anak yang sulit mengunyah, daging bisa diolah menjadi sup lembut atau bakso homemade. Dengan begitu, gizinya tetap terjaga dan teksturnya lebih ramah di lidah kecil mereka.
5. Produk Kelapa: Lemak Sehat yang Ramah Tubuh
Minyak kelapa, santan, dan kelapa parut tanpa gula sering dianggap makanan orang dewasa. Padahal, bagi anak, produk kelapa bisa menjadi sumber lemak sehat yang membantu pertumbuhan sel otak. Lemak jenuh alami di dalamnya tidak mengandung lemak trans, dan kaya asam laurat, zat yang juga terdapat dalam ASI dan membantu memperkuat sistem imun.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menjelaskan bahwa lemak sehat adalah komponen penting dalam mendukung tumbuh kembang anak dan menjaga keseimbangan hormon. Jadi, jangan takut mengenalkan produk kelapa dalam bentuk olahan yang sederhana.
Kamu bisa menambahkan santan dalam bubur, membuat smoothie dengan kelapa parut, atau memanggang kue ringan dengan minyak kelapa. Tanpa terasa, anak mengonsumsi makanan bergizi yang enak dan alami.
Refleksi: Menyiasati, Bukan Memaksa
Menghadapi anak yang pemilih soal makanan memang butuh kesabaran ekstra. Tapi mungkin kita perlu berhenti memaksa, dan mulai berkreasi. Makanan bergizi untuk anak tak harus mahal atau rumit; yang penting, bervariasi dan disajikan dengan cara yang membuat mereka penasaran.
Karena, bukankah belajar makan sehat juga bagian dari perjalanan tumbuh bersama?
Kita tak hanya memberi makan tubuh mereka, tapi juga menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap makanan yang menyehatkan.
Jadi, besok pagi, kira-kira makanan bergizi apa yang ingin kita kenalkan pada mereka?






Leave a Review