Intervensi Diet

Dengan data pendukung selama 30 tahun, terdapat bukti bahwa intervensi diet adalah intervensi yang efektif untuk autisme. Namun kita sering mendengar:

Dokter saya mengatakan bahwa tidak perlu diet.
Anak saya pernah mengalami diare jadi dia tidak bisa diet
Diet terlalu keras.
Anak saya pemilih. Saya tidak ingin dia kelaparan.
Anak saya tidak bisa hidup tanpa pizza!
Aku takut aku akan membuat banyak kesalahan - dan kemudian itu menjadi fatal
Sekolah tidak mau melaksanakan diet.
Saya tidak ingin memanipulasi nutrisi mereka.
Anak-anak membutuhkan susu!

Intervensi diet telah terbukti menjadi pendekatan medis yang banyak membantu terhadap autisme. Sekelompok orangtua yang telah sukses mengimplementasikan diet untuk anak-anak mereka menyusun informasi dan saran berikut. Ini termasuk referensi, sumber daya, dan link untuk membantu orang tua ketika mereka mulai mengeksplorasi efektifitas dan bukti treatment.

Ingat: Pengobatan medis berkemungkinan tidak efektif jika tidak didukung makanan yang sesuai, ini adalah tantangan pertama yang penting dalam intervensi.

Ingat juga bahwa anak Anda adalah seorang individu dan satu-satunya cara untuk mendapatkan pelajaran apakah intervensi ini cukup efektif adalah bahwa anda harus jujur dalam menerapkannya. Kebanyakan ahli sepakat bahwa setidaknya dibutuhkan tiga bulan untuk melakukan diet ketat untuk mengetahui apakah diet ini membantu atau tidak.

Sejak dulu banyak dokter mencemooh ide bahwa diet makanan aditif, gula dll dapat mempengaruhi prilaku. Mereka percaya bahwa tidak ada bukti ilmiah terhadap hal tersebut. Sejak 2008, hal ini berubah drastis ketika American Academy of Pediatrics mengakui dan mempublikasikan kebenaran ini.

Mereka mengakui, “… kita mungkin telah salah …” Ini adalah pernyataan, yang dibuat oleh editor AAP Grand Rounds, mengacu pada artikel “ADHD and Food Additives Revisited ” oleh Alison Schonwald.

Ribuan orang tua di seluruh dunia telah memberikan diet khusus pada anak mereka dan telah mendapatkan perbaikan secara drastis. Anda dapat mempelajari hal ini dengan berkonsultasi pada ahlinya atau mulai membaca sejumlah publikasi terkait hal ini.

Publikasi Ilmiah:
ï Knivsberg, Wiig, et al. ìDietary Interventions in Autistic Syndromesí Brain Dysfunction 3 (1990) 315-317
ï Knivsberg, Reichelt, et al. ìA Randomised, Controlled Study of Dietary Intervention in Autistic Syndromesî Nutritional Neuroscience 5 no.4 (2002) 251-26

Pada Acara Khusus

Makanan pada saat acara-acara tertentu bisa jadi masalah. Namun Anda bisa berkata, “Anak saya tidak bisa makan makanan yang disuguhkan. Dia tengah menjalani diet khusus. Ini adalah makanan pengganti yang diperbolehkan untuknya”

Jauhkan camilan yang mengancam diet anak anda.Berikan nenek/ tetangga/orang di sekolah daftar makanan yang diperbolehkan untuk anak anda dan jelaskan pada mereka. Dengan cara itu mereka akan memulai untuk membeli makanan yang dibutuhkan oleh anda dan anak anda, dan mungkin untuk mereka sendiri.

Mintalah waktu untuk menjelaskan kepada tuan rumah acara tentang kebutuhan diet anak Anda. Jelaskan mengapa Anda membutuhkan makanan khusus dan beritahu mereka bahwa dengan senang hati anda akan menyediakan makanan tersebut bila itu itu menyelesaikan masalah.

Didik anak anda tentang alergi (terapis atau guru dapat membantu hal ini) – membantu mereka belajar untuk membantu diri mereka sendiri dan membuat pilihan yang aman bagi diri mereka sendiri.Tawarkan untuk membawa makanan khusus yang cocok untuk semua orang.

Makanan Yang Tidak Diharapkan

Banyak makanan olahan mengandung gluten atau makanan ìterlarangî lain dalam jumlah kecil. Baca baik-baik cetakan pada label makanan. Namun kadang hal itu tidak aman. Jauh lebih aman apabila anda menghubungi produsen makanan.

Jika anak Anda bereaksi atau bermasalah setelah mengkonsumsi mananan olahan atau kalengan, bertindaklah. Catat dan lihat kembali kapan hal itu terjadi. Tidak semua makanan yang disebutkan tidak mengandung casein ternyata bebas casein. Tuna kaleng atau salmon misalnya, unsur casein tidak disebutkan pada kaleng, Kadang bahan makanan berubah sebelum dikalengkan sehingga anak akan bereaksi terhadap makanan. Hubungi produsen makanan dan tanyakan tentang perubahan bahan tersebut.

Tidak Memahami Sensitivitas

Anda harus memahami bahwa ada dua kategori alergi yaitu reaksi langsung dan reaksi tertunda.

Ketika sebagian dari kita berpikir alergi makanan kita akan berpikir tentang reaksi langsung setelah makan makanan. Gejalanya meliputi ruam, hidung tersumbat, batuk, tertutupnya tenggorokan, dan masalah lainnya dari mulai mual ringan sampai diare.

Pada kasus ekstrim anaphylaxis dapat terjadi. Responnya dapat memakan waktu hingga 72 jam untuk muncul. Indentifikasilah kepekaan terhadap makanan dan menghapus semua potensi alergi untuk meminimalkan masalah terhadap sistem kekebalan tubuh anak Anda.

Mengganti Produk Kasein (susu) dengan Produk Pengganti.

Berhati-hatilah ketika Anda mengganti susu dengan produk pengganti. Anda perlu untuk memperhatikan munculnya reaksi alergi atau lainnya

Misalnya, alergi terhadap kedelai sangat mungkin seperti alergi terhadap kacang. Kacang-kacangan juga dapat memiliki oksalat yang lebih banyak dibanding yang bisa diterima oleh orang dengan autism. Susu beras dapat mengandung karbohidrat kompleks yang menimbulkan masalah.

Kesalahan Mengganti Diet dengan Enzim

Enzim mungkin menjadi bagian penting dari rencana perawatan anak Anda, tetapi mereka dimaksudkan untuk membantu pencernaan dan kebanyakan orangtua menceritakan bahwa enzim bukan pengganti untuk diet. Juga, diingat bahwa ketika anak Anda menjalani pengobatan medis dan diet, dia sekaligus menjalani detoksifikasi. Bila racun yang ada dapat dilepaskan dan menuju saluran penceranaan maka racun tersebut berpotenti mengganggu aktivitas enzim penceranaan yang bisa membuat masalah. Jadi, merupakan cara yang baik untuk melengkapi, bukan menggantikan, pencernaan anak anda dengan enzim yang komprehensif.

Diet memegang peranan penting dalam proses penyembuhan. Perlu proses dan uji coba yang panjang dan melelahkan untuk mengetahui yang terbaik bagi anak anda.

Leave a Reply