Diet dan Nutrisi Pada Anak Autism Perlu Diketahui

Diet dan Nutrisi Pada Anak Autism Perlu Diketahui

KIBM | Diet dan nutrisi pada anak autism agak sedikit berbeda dengan anak tanpa syndrome autism. Pada anak autism ada serpihan yang tidak tercerna dengan sempurna, yaitu peptida yang seharusnya dibuang melalui urine.

Namun pada anak penyandang autis sebagian besar peptida ini diserap kembali melalui usus, masuk aliran darah, menembus dinding pemisah otak dan masuk kejaringan otak. Di otak, peptida ini dinamakan zat “reseptor opioid”. Peptida disergap oleh reseptor opioid dan berubah menjadi morphin, yaitu casomorphin dan gluteomorphin. Fungsi otak menjadi kacau dan yang terkena adalah fungsi kognitifn reseptif, attensi dan perilaku.

Hal ini dapat memperburuk gejala yang sudah ada, dan apabila otak terus menerus di berikan asupan zat – zat ini maka sel – sel otak tersebut lama kelamaan bisa menjadi rusak.

Baca Juga
Anak Burung Gagak Bughats, Rezeki Yang Dijamin
Usaha Kuliner Bagaimana Memulainya
10 Iblis Terkenal dan Terkuat
Masakan Tradisional yang Memiliki Rasa Unik
Manfaat Buah Mengkudu, Bagi Kesehatan
Tabulampot Mangga Paling Diminati
Menanam Cabai Sendiri Saat Lagi Mahal

Selain itu ada pula LEAKY GUT. Ini dapat terjadi bila mana protein yang berasal dari makanan produk susu atau gandum atau makanan yang lain dapat lolos dalam bentuk peptida kedarah lewat dinding usus halus yang sudah bocor. Peptida ini akan ditolak oleh sistem kekebalan dan ini dapat menyebabkan reaksi alergi.

Diet dan nutrisi pada anak autism memang perlu diperhatikan. Pada anak penyandang autis sering mempunyai kepekaan terhadap makanan tertentu dan juga dapat menyebabkan alergi makanan. Kadang kala reaksi karena kepekaan makanan tertentu muncul belakangan, dan adapula reaksi alergi dapat akan tampak dalam waktu yang singkat, bahkan reaksi dapat timbul dalam jangka waktu 24 jam sampai 72 jam setelah makanan di telan. Kepekaan terhadap makanan tertentu dapat menimbulkan gejala fisik maupun perilaku, seperti hiperaktif, agresif, kesulitan tidur, tantrum dll.

Karena gangguan imunologi yang kompleks pada penyandang Autism Spectrum Disorder, diet memberikan efek perbaikan yang signifikans terutama pada perilaku dan keadaan kesehatan secara umum. Beberapa diet yang dianjurkan sesuai dengan gangguan metabolic yang dialami penyandang Autism Spectrum adalah sebagai berikut :

1. Gluten Free Casein Free Sugar Free (GFCFSF)

Diet CFGF ( casein free dan gluten free ) bagi anak – anak penyandang autisma saat ini merupakan langkah awal yang sangat tepat. Diet ini juga bisa mengurangi gejala atau tingkah laku autistik.

2. Candida Diet

Diet ini diberikan kepada anak – anak yang mengalami gangguan karhohidrat rantai panjang, dan biasa nya diberikan pada anak yang memiliki riwayat re-overgrowth jamur. Prinsip candida diet ialah dengan mengurangi Nasi , dan mengganti nya dengan protein hewani dan karbohidrat yang berasal dari sayuran.

3. Spesial Karbohidrat diet

Diet ini diberikan pada anak –anak yang mengalami gangguan karbohidrat. Dan biasanya?diberikan pada anak – anak yang mengalami kelebihan berat badan ( obesitas ), dan anak (mngurangi nasi dan diganti protein hewani (ikan,daging) karbohidrat yg berasal dari sayuran (bayam, kangkung)

4. Fein gold diet

Fein gold diet ini diberikan kepada anak – anak yang mengalami gangguan PST (phenol sulfur transferase ). Ini merupakan enzim yang dibutuhkan dalam proses detoksifikasi didalam organ hati. Anak penyandang Autisms sering pula mengalami gangguan transulfurasi, sehingga tidak tersedianya sulfat yang memadai untuk menjalankan fungsi sistem enzim PST. Sehingga fenol yang ada tidak dibuang dengan baik.??Prinsip fein gold diet ialah mengurangi semua makanan yang berubah warna, seperti sayuran hijau (kecuali brokoli) dan buah – buah yang apabila di kupas berubah warna coklat (apple, belimbing, alpukat, pisang dsb)

5. Amonia diet

Amonia diet diberikan pada anak – anak yang mengalami gangguan ammonia akibat tidak sempurnanya pemecahan protein menjadi bentuk terkecil asam amino.??Prinsip amonia diet ialah dengan mengurangi konsumsi protein hewani, seperti daging sapi, kambing, babi.

6. Neurotransmiter diet

Diet ini diberikan pada anak – anak yang mengalami gangguan Neurotrasmiter . Bisa nya dapat kita lihat dari hasil pemeriksaan laboratorium. Pada hasil laboratorium nya menunjukan nilai yang tinggi pada Neurotrasmiter metabolism, sehingga diet ini dapat mengurangi gangguan metabolisme neurotransmiternya, misalnya memperbaiki kwalitas tidur dan stimulasi diri yang berlebihan karena diet ini berpengaruh terhadap gangguan serotonin dan melatonin. Prinsip dari diet ini dengan cara mengurangi makanan yang berasal dari unggas.

Leave a Reply