Diabetes pada Anak

Diabetes pada Anak

KIBM | Diabetes Pada Anak Serta Makanan yang Dianjurkan dan Dihindari bagi Penderitanya

Penyebab Diabetes Pada Anak
Beragam faktor dapat menjadi penyebab penyakit diabetes pada anak, yaitu:
• Faktor keturunan yaitu adanya riwayat diabetes dalam keluarga
• Tingginya kandungan gula pada makanan dan minuman yang biasa dikonsumsi anak.
• Kegemukan atau kelebihan berat badan akut (obesitas)
• Pola makan yang buruk
• Kurang asupan sayur dan buah, dan lebih banyak memakan makanan instan yang tinggi kadar gula
• Kurang bergerak atau beraktivitas dengan aktif, sehingga tidak seimbang dengan asupan makanannya.

Mendeteksi Diabetes Pada Anak
Kebanyakan penyakit diabetes pada anak terutama tipe 2 tidak memiliki tanda-tanda spesifik yang bisa dideteksi.
Pada umumnya seorang anak akan didiagnosa menderita diabetes ketika mencapai usia 7 tahun ke atas dengan beberapa gejala yang muncul seperti muntah-muntah, sering buang air besar, kesadaran menurun bahkan koma, dehidrasi berat dan sebagainya.

Sering kali gejala ini disalah artikan sebagai diare berat. Namun ada satu pembedanya, yang bisa menunjukkan bahwa anak menderita diabetes yaitu napas anak yang berbau aseton atau berbau asam.

Gejala Diabetes Pada Anak
Pada prinsipnya, gejala diabetes terutama Tipe 1 yang bisa diamati adalah sama antara penderita dewasa dengan anak-anak, yaitu dengan mengamati gejala klinis berupa 3P dan apabila kadar gula darah mencapai 200mg/dl dari yang seharusnya hanya berkisar pada angka 70-100 mg/dl:

1. Polifagi, adalah kondisi dimana anak sering makan karena ia mengalami rasa lapar yang berulang – ulang. Rasa lapar ini disebabkan karena tidak adanya insulin dalam jumlah yang cukup di dalam tubuh sehingga gula tidak bisa diolah menjadi energi. Akibatnya organ tubuh akan mengalami kelelahan dan memicu rasa lapar yang terus menerus.

2. Polidipsi, Polidipsi atau banyak minum terjadi karena tubuh kekurangan cairan akibat minimnya produksi insulin tersebut yang membuat kelebihan gula dalam aliran darah, sehingga cairan tubuh akan ditarik ke jaringan tubuh lain. Proses tersebut akan membuat anak sering haus dan banyak minum, lebih dari biasanya.

3. Poliuria, Yaitu kondisi dimana anak sangat sering buang air kecil karena banyak minum, melebihi frekuensi buang air kecil yang biasa.

4. Mudah letih dan lesu karena sel-selnya minim asupan gula

5. Luka yang sukar sembuh

6. Penglihatan anak yang kabur

7. Sering kesemutan

8. Kehilangan berat badan walaupun banyak makan

9. Infeksi jamur terutama pada anak perempuan

10. Perilaku yang berubah, anak mudah marah dan emosinya tidak stabil

11. Dan gejala khusus pada anak di atas 3-4 tahun yaitu mengompol

12. Muntah dan sakit pada perut

13. Nafas berbau asam

14. Lambung terasa nyeri

15. Tidak fokus atau susah berkonsentrasi

Diagnosa Diabetes Pada Anak
Ketika seorang anak telah didiagnosa menderita diabetes, biasanya salah satu faktor penentu diagnosa adalah kadar gula darah puasa atau tidak mendapat asupan kalori selama sekitar delapan sampai sepuluh jam adalah 100 mg/dl, atau diatas ambang normal.

Sedangkan jumlah gula darah sewaktu atau setelah tidak berpuasa sebesar 140 mg/dl. Untuk anak yang sudah didiagnosa menderitan diabetes tipe 1 wajib melakukan pemeriksaan hemoglobin terglikasi atau HbAc1 setiap tiga bulan sekali. Hasil tes hemoglobin yang bagus adalah dibawah 8% sama dengan anak normal. Jika diatas 8% akan ada bahaya komplikasi.

Terapi Insulin
Penderita diabetes tipe 1 harus mendapatkan terapi insulin yang bisa dilakukan dalam beberapa tahap. Pertama, dengan pemberian cairan untuk mengembalikan keseimbangan asam dan basa dalam tubuh, elektrolit dan juga pemberian insulin. Tahap kedua yaitu tahap transisi yang bertujuan mengatasi faktor-faktor pencetus diabetes, penormalan kadar insulin, penyusunan diet, dan juga edukasi pada orang tua.

Fase ketiga dan terakhir yaitu tujuannya untuk mempertahankan status metabolik anak dalam batas normal. Semuanya disesuaikan dengan kebiasaan dan apa yang dibutuhkan oleh tubuh anak. Bagi penderita diabetes tipe 2, pengobatan akan tergantung pada seberapa jauh penyakit tersebut telah berkembang. Pada fase yang masih sangat awal, kemungkinan akan bisa diatasi dengan perubahan pola hidup yang lebih sesuai untuk penyakitnya.

Leave a Reply